Selasa, 11 Oktober 2016

TUGAS TIPOLOGI BANGUNAN: ANALISA SEDERHANA ARSITEKTUR KLASIK & ARSITEKTUR MODERN

Firza Adrian
1. Parthenon, Athena


Ketika terjadi pergantian periode dari Arkaik ke Klasik, tidak muncul banyak perubahan pada arsitektur. Yang unik adalah bahwa pada masa kini, ada lebih banyak kuil dari perode Arkaik dibandingkan dari periode Klasik yang masih bertahan. Kuil Klasik paling terkenal yang masih ada yaitu Parthenon di Athena, yang rancangannya menggabungkan gaya lama (Doria) dan gaya baru (Ionia).
Parthenon adalah kuil bagi dewi Athena Parthenos ("Athena Suci"). Kuil ini dibangun pada tahun 440-an SM dari uang iuran Liga Delos, sebuah perkumpulan yang dipimpin oleh kota Athena. Kuil ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu kuil terbaik yang pernah dibangun. Keseluruhan bangunanya dibuat dari marmer, bahkan gentingnya juga. Di bagian depannya terdapat delapan tiang dan pada metopenya terdapat relief yang indah. Supaya Parthenon nampak mengarah ke langit, arsiteknya melengkungkan banyak garisnya ke arah atas pada bagian tengahnya.
Arsitektur klasik Yunani selain partheon adalah  agora (public space, selasar tempat masyarakat bernteraksi yang terdapat di jalanan), bouleterion (balai dewan) gymnasium (sekolah), pastanium  (kantor walikota), stadion, & teather. Bangunan-bangunan di Yunani menggunakan prinsip post linthel yang merupakan penemuan struktural pertama yakni dua kolom yang dapat mendukung unsur horizontal. Stoa(kolom) merupakan elemen arsitektural estetis  yang ditonjolkan sehingga kedepannya di beberapa polis setiap kolom memiliki ciri khasnya sendiri seperti, doric (dari Doria), ionic (dari Ionia), dan corintian (dari Corintia). Kolom-kolom tersebut dibangun menggunakan rasionalitas masyarakat Yunani yang kemudian dibakukan dalam sebuah aturan desain yakni golden section dan greek order. 
Sebagai akar dari arsitektur Barat, arsitektur klasik Yunani ditandai dengan hadirnya Kuil Parthenon yang menjadi icondari jaman ini. Bentuk bangunan yang terjadi banyak dipengaruhi oleh kepercayaan politheisme yang dianut oleh masyarakatnya, terlihat dari kuil-kuil yang berbeda untuk menyembah dewa-dewa yang berbeda pula.

Beberapa tipologi utama dari periode ini adalah:

1. Menggunakan struktur dinding masif dengan material batu alam yang dipotong persegi dan ditumpuk. Karena bukaan yang mampu dibuat sangat minimal, maka bagian ruang dalam menjadi gelap. Cahaya hanya datang dari pintu di depan saja.
 2. Penggunaan struktur tumpuk juga pada kolom di luar bangunan. Di atas kolom, terdapat balok horizontal penyangga atap yang disebut entablature. Sebagai konsekuensi dari penggunaan struktur tumpuk batu masif pada bagian ini, maka bentang lebar tidak dimungkinkan, sehingga jarak antar kolom relatif sempit.
Pada hubungan antara kolom dan entablature biasa diberi ornamen berupa ukiran yang kemudian dikenal dengan gaya Doric. Pada masa Romawi gaya kolom ini dikembangkan lagi menjadi Ionic dan Corinthian. Struktur utama penyangga atap juga tersusun dari batu dan disebutpediment, ditopang oleh entablature.
3. Adanya deretan kolom di luar dinding bangunan. Selain mencitrakan kesan megah secara visual (bentuk kolom langsing tinggi yang sangat besar dibandingkan dengan skala manusia), hal ini berhubungan dengan kepercayaan masyarakat Yunani yang sangat sensitif terhadap alam. Mereka menganggap tanda-tanda yang terjadi di alam adalah perlambang kehadiran para dewa. Oleh karena itu mereka selalu berusaha dekat dengan alam, dan kuil pun dibuat seolah-olah terbuka dan tidak masif (deretan kolom mengurangi kesan masif dari bangunan).

Gambar 1.1 Tampak Perspektif

Gambar 1.2 Tampak Muka

Gambar 1.3 Tampak dari Dalam

Gambar 1.4 Detail Pilar

 Gambar 1.5 Detail Pilar

Gambar 1.6 Detail Ornamen

Gambar 1.7 Denah
 Gambar 1.8 Potongan/Aksonometri

2. Rome Pantheon

Arsitektur klasik Romawi berkembang dari arsitektur klasik Yunani dan beberapa arsitektur lain tetangga imperium ini seperti arsitektur Mesopotamia, sehingga lahir tipologi denah dan teknologi baru dalam arsitektur. Arsitektur klasik Romawi berupa basilika (pengembangan parthenon), pantheon (parthenon dengan tipologi denah lingkaran), benteng, aquaduct, kuburan, stadion, theater, sekolah, hypocaust (bagian servis pemandian),apodyterium (pemandian air hangat), frigidarium (pemandian air hangat), calidarium (pemandian air hangat).
Pada periode ini tingkat peradaban dan teknologinya sudah lebih tinggi dari Yunani. Namun demikian bentuk dasar arsitekturnya tetap mengambil beberapa bentuk dari arsitektur klasik Yunani. Apabila periode Yunani memiliki kuil Partheon, maka periode Romawi memiliki kuil Pantheon sebagai simbol yang terkenal.

Beberapa tipologi utama dari periode ini adalah:

Penggunaan teknologi pembuatan busur dengan struktur batu yang ditumpuk, baik pada bukaan (pintu, jendela) maupun pada bagian “kepala” bangunan. Busur yang diaplikasikan untuk membuat penutup bagian atas bangunan biasa disebut struktur kubah monolit. Pembuatannya adalah dengan menggeser batu sedikit demi sedikit sehingga menghasilkan kemiringan. Kuil Pantheon memiliki lubang pada puncak kubah sebagai sarana memasukkan cahaya dari atas. Dapat dikatakan bahwa teknologi penerangan Romawi sudah lebih maju dibanding Yunani. Hal ini dipengaruhi juga oleh faktor kepercayaan. Seiring dengan peredaran matahari, suasana dalam interior diibaratkan sebagai “rotunda yang berputar siang dan malam, bagaikan nirwana.”
Struktur busur batu juga digunakan dalam pembuatan gerbang. Orang Romawi sering membuat gerbang besar di perbatasan yang menuju wilayah yang telah ditaklukkannya, sebagai perlambang kemenangan dan kejayaan.
Gambar 2.1 Tampak Perspektif


Gambar 2.2 Tampak Muka

 Gambar 2.3 Tampak Interior

Gambar 2.4 Tampak Dome

Gambar 2.5 Detail Kolom

 Gambar 2.6 Detail Kolom

Gambar 2.7 Denah

Gambar 2.8 Potongan/Aksonometri
 3. Colosseum, Roma

Arsitektur Romawi Kuno merupakan perkembangan dari Arsitektur Yunani Kuno namun memiliki inovasi, yaitu lekukan dan kubah pada bangunan. Salah satu bangunan Romawi yang sangat terkeal adalah colosseum. Colosseum juga dikenal dengan nama Flavian Amphitheatre. Colosseum  adalah adalah amphiteathre yang berbentuk epis yang berada di kota Roma. Colosseum adalah amphiteathre yang terbesar yang pernah dibuat dan dianggap sebagai salah satu arsitektur yang terbesar dan termaju. Pembangunan amphiteatre ini dimulai pada zaman Vespasianus di tahun 72 M dan selesai pada pemerintahan Titus pada tahun 80 M. Modifikasi lebih lanjut terjadi pada zaman Domitian di tahun 81-96. Karena dinasti tersebut adalah dinasti Flavianus maka amphiteatre tersebut disebut sebagai Flavian Amphitheatre. Bagunan ini dibangun dengan biaya yang berasal dari hasil rampasan bait Allah milik Yahudi setelah Yerusalem dikepung oleh Romawi. Colosseum bisa memuat sekitar 80.000. Biasanya digunakan sebagai arena pertarungan para gladiator dan juga drama mitologi. Colosseum ini dianggap sebagai ikon kejayaan Romawi.
Koloseum berukuran cukup besar. Dengan tinggi 48 m, panjang 188 m, lebar 156 m dan luas seluruh bangunan sekitar 2.5 ha membuat Koloseum terlihat begitu besar dan luas. Arenanya terbuat dari kayuberukuran 86 m x 54 m, dan tertutup oleh pasir. Bentuk elips atau bulat dari Koloseum gunanya untuk mencegah para pemain untuk kabur ke arah sudut dan mencegah para penonton untuk berada lebih dekat dengan pertunjukan.
Koloseum merupakan hasil karya yang sangat hebat. Tempat itu dikatakan sebagai stadium yang hebat dan spektakuler dikarenakan oleh bentuk dan struktur dari Koloseum itu. Sampai sekarang pun, Koloseum masih dikatakan sebagai stadion yang hebat dan spektakuler. Tempat duduk di Koloseum dibagi menjadi tingkatan-tingkatan yang berbeda berdasarkan status sosial dalam masyarakat Romawi.
Podium utama di yang terletak di bagian utara dan selatan untuk Kaisar dan keluarganya, pada tempat ini memberikan pemandangan yang terbaik dilihat dari arena, terdapat tempat istirahatnya, tempat penyimpanan harta juga berada di tingkat ini. Kemudian pada tingkat yang sama dengan platform yang lebih luas merupakan podium khusus untuk para senator Roman, yang boleh membawa kursi sendiri. Nama-nama beberapa senator masih dapat dilihat dari ukiran pada batu yang menjadi tempat duduknya.
Pada tingkat berikutnya disebut maenianum primum, yang dikhususkan untuk para bangsawan Roman. Selanjutnya pada tingkat ketiga adalah maenianum secundum yang dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian. Bagian paling bawah (immum) digunakan untuk para orang kaya, di bagian atasnya lagi (summum), digunakan untuk rakyat jelata. Dan yang terakhir, di bagian kayu (maenianum secundum in legneis) adalah tempat yang strukturnya dari kayu di paling atas bangunan. Tempat itu merupakan tempat untuk berdiri saja yang digunakan untuk para wanita rendahan.
Setelah 2 tahun Koloseum digunakan sebagai tempat pertunjukan, Anak termuda Vespasian yang bernama Domitian memerintahkan untuk mengkonstruksikan area bawah tanah (hypogeum), dua tingkat jalur bawah tanah yang saling berhubungan berupa terowongan dan kurungan dimana para gladiator dan binatang ditempatkan sebelum pertarungannya dimulai. Disana juga disediakan jebakan-jebakan berupa pintu jebakan yang digunakan untuk mencegah masuknya hewan-hewan buas yang tidak direncanakan ke arena dan untuk menjaga tempat penyimpanan senjata di dalam koloseum tersebut.
Gambar 3.1 Tampak Muka

Gambar 3.2 Tampak dari Dalam

Gambar 3.3 Detail Kolom

Gambar 3.4 Detail Arsitektur

Gambar 3.5 Denah


Gambar 3.6 Potongan/Aksonometri

Gambar 3.7 Detail Tempat Duduk
4. Trevi Fountain, Roma
Air Mancur Trevi (bahasa Italia: Fontana di Trevi) adalah sebuah air mancur di distrik Trevi, Roma, Italia, yang dirancang oleh arsitek Italia Nicola Salvi dan diselesaikan oleh Pietro Bracci. Memiliki tinggi 26.3 meter (86 ft) dan lebar 49.15 meter (161.3 ft)
Keindahan Arsitektur. Patung-patung yang menghiasi air mancur tersebut menambah keindahan pemandangan di sana. Patung-patung tersebut bercerita mengenai “Taming of The Waters” atau cerita tentang seseorang yang menjinakkan air. Ada beberapa tokoh yang digambarkan sosok dalam patung tersebut, seperti Neptunus atau Poseidon, dan Triton, atau dewa laut dengan sosok lumba-lumba. Kamu juga dapat melihat bangunan Palazzo Poli atau Istana Poli yang menjadi latar belakang dari air mancur legendaris ini.

Gambar 4.1 Tampak Muka

 

Gambar 4.2 Detail



 Gambar 4.3 Tampak dari Dalam



B. ARSITEKTUR MODERN

1.  Heydar Aliyev Centre, Baku Azerbaijan


Bangunan ini tergolong modern karena bangunan ini sudah menggunakan bentukan yang unik dan tidak kaku lagi, biasa juga disebut "futuristic". terlihat pada lengkungan-lengkungan baguan atasnya yang menjadi ciri khas dari bangunan ini. dan juga penggunaan material bahan bangunan dan penggunaan warna yang lebih "classy" menambah kesan futuristic dari bangunan tersebut.

Gambar 1.1 Tampak Muka

Gambar 1.2 Interior


Gambar 1.3 Denah

Gambar 1.4 Potongan
2. Dongdaemun Design Plaza, Seoul, Korea Selatan
Gedung yang sepenuh sisinya berkurva ini sekarang telah menjadi ciri khas kota Seoul. Salah satu keunikan gedung ini adalah ketika malam sisi-sisinya akan menyala seperti lampu kerlap-kerlip. Cantik! Gedung ini merupakan pusat desain, seni, dan hiburan, serta memiliki stasiun subway sendiri, yaitu stasiun Dongdaemun Design Plaza
Gedung ini terlihat sangat modern karna bentukannya yang tidak kaku lagi, dan juga bangunan ini sangat menonjol dari bangunan lain yang sudah ada. penggunaan warna dan material pun menambah citra modern pada bangunan ini

Gambar 2.1 Tampak Atas
 

Gambar 2.2 Tampak Perspektif

Gambar 2.3 Interior



Gambar 2.4 Potongan


Gambar 2.5 Denah




3. London Aquatic Centre
Pusat olahraga ini didesain indah dan modern oleh Zaha. Gelanggang olahraga yang memiliki dua kolam renang seluas 50 meter persegi dan kolam untuk menyelam ini, sempat digunakan untuk Olimpiade dunia. Pada tahun 2014, akhirnya London Aquatics Stratford dibuka untuk umum.
Bangunan ini memiliki bentukan seperti gelombang air dikarenakan menyesuaikan konsep bangunan tersebut, yaitu sebagai tempat latihan renang. bangunan ini tergolong modern karna bentukannya yang sangat unik.

Gambar 3.1 Tampak Perspektif

Gambar 3.2 Tampak Atas

Gambar 3.3 Interior

Gambar 3.4 Potongan

Gambar 3.5 Denah


4. Guangzhou Opera House, Guangzhou China
Tempat ini menjadi pusat institusi kesenian di Tiongkok dan merupakan inspirasi dibalik salah satu koleksi fashion Vivienne Tam. Bangunan ini terlihat sangat modern dari berbagai aspek, dari luar sampai ke dalam. bisa dilihat pada bentuknnya yang sangat unik dan penggunaan material-material kaca yang menimbulkan kesan modern.

Gambar 4.1 Tampak Perspektif

Gambar 4.2 Tampak Depan

Gambar 4.3 Interior


Gambar 4.4 Denah

 Gambar 4.5 Potongan






Senin, 23 Mei 2016

TUGAS IBD 2: KETERKAITAN FILM ""FACING THE GIANTS" DENGAN MATERI SAP IBD "MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB"

Firza Adrian
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


Saya memilih materi IBD mengenai "Manusia dan Tanggung Jawab" karena Pemain utama, yaitu Giant Taylor adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab besar. Entah itu di lingkup keluarga, guru, maupun pekerjaannya.

1. Keluarga

Bisa dilihat pada keadaan keluarga dengan harta yang pas pas an, ia tetap bekerja keras untuk mempertahankan istrinya. Dan walaupun ia belum dikaruniai anak dikarenakan masalah kesehatan dan istrinya meminta untuk cek kesehatan ke dokter untuk memeriksa gangguan atau tidak, walaupun sebenarnya ia tidak mau untuk diperiksa, namun ia menuruti istrinya karena ia ber tanggung jawab dengan statusnya sebagai ayah dan suami.Dan pada akhir cerita, ia berhasil memenuhi tanggung jawab tersebut dengan memberikan harta lebih kepada istrinya dan memberikan anak kepada istrinya.

2. Girru/Pekerjaan

Bisa dilihat bahwa Giant Taylor adalah seorang pelatih yang sudah 6 tahunmenjadi pelatih tim footbal suatu SMU. selama 6 tahun ia belum bisa berhasil memenangkan satu kompetisi pun, namun ia tetap berusaha keras untuk melatih para muridnya agar bisa memenangkan suatu kompetisi dengan berbagai cara. sehingga pada akhirnya ia menemukan jalan baru untuk menempuh keberhasilan dengan mengganti filosofi dalam melatih murid-muridnya. Terbukti pada akhir cerita ia berhasil memenuhi tanggung jawabnya sebagai pelatih untuk membuat para muridnya memenangkan kompetisi tersebut, selain itu ia juga membuat para murid berubah menjadi lebih baik juga dalam hal keagamaan sampai bidang akademis.

TUGAS IBD 2: RESENSI FILM "FACING THE GIANTS"

Firza Adrian
FACING THE GIANTS







Film ini menceritakan kehidupan seorang pelatih tim olahraga “American Football” di sebuah SMU bernama Grant Taylor ya, yang mana harus mengatasi berbagai masalah dan tekanan hidup atas permasalahnya baik di pekerjaan, keluarga dan lainnya. Taylor adalah seseorang yang hanya berkecukupan pas-pasan dengan gaji pas-pasan, rumah yang kecil, mobil yang suka mogok dan lainnya. Ia tinggal hanya bersama istrinya dan belum dikaruniai anak.

Sebagai seorang pelatih tim football selama 6 tahun, sekolah itu belum pernah memenangkan sebuah musim kompetisi pun. Pertandingan ini selalu berakhir dengan kekalahan terus menerus. Sampai akhirnya pihak sekolah pun meragukan kemampuan Taylor ini dalam melatih tim football tersebut.
Setelah kekalahan terakhir tim football nya itu, salah satu pemain andalan Taylor, Daren pindah sekolah tanpa pemberitahuan secara langsung, yaitu hanya dengan selembar kertas. Hal ini tentunya membuat para pemain lainnya dan Taylor sendiri merasa semakin pesimis untuk memenangkan sebuah kompetisi di musim berikutnya. Tetapi Taylor tidak hanya diam saja. Ia tetap akan melatih para pemainnya sama seperti dulu.

Suatu hari, dating;ah murid baru bernama David, yang baru pindah ke SMU tersebut karena ayahnya baru saja pindah bekerja sebagai dosen dikawasan tersebut. David suka dan mahir dalam bermain sepak bola, sehingga ayahnya melihat bahwa David ini memiliki bakat di permainan football. Singkat cerita, David didaftarkan oleh ayahnya. Namun tidak secepat itu ia diterima dalam tim football, ia harus mengikuti beberapa tes singkat. Awalnya David tidak bias, setelah beberapa kali mencoba ternyata dia bias dan David mencoba menerimanya untuk diuji cobakan dalam tim nya.

Selain permasalahan itu, Taylor dan istrinya juga memiliki sedikit masalah mengenai keluarganya. Yaitu karena mereka belum dikaruniai anak setelah menikan bertahun-tahun. Istri Taylor mengira bahwa ada yang salah diantara dirinya dan ia meminta izin kepada Taylor untuk mengecek ke dokter gejala yang ia alami Karen belum bias mempunyai anak. Setelah hasil tes keluar, ternyata tidak ada gejala apapun pada dirinya. Sehingga Taylor lah yang mempunyai masalah dalam hal ini. Awalnya ia takut diperiksa, karena istrinya sangat menginginkan seorang anak. Maka dengan berat hati Taylor pergi untuk mengecek keadaannya. Namun sangat disayangkan, bahwa hasil tesnya Taylor tidak bias memberikan seorang anak.

Permasalahan-permasalah tersebut tentunya membuah Taylor semakin tertekan akan masalah dihidupnya dan merasa putus asa. Ditengah-tengah keputus asaannya itu, ia menemui seorang lelaki tua yang secara rutin dating keruang loker sekolah dan berdoa disana sambil mengelilingi tiap loker murid. Pertemuan Taylor dengan lelaki itu mengingatkan kembali bahwa pentingnya makna kehidupan dan keyakinan kepada kekuatan Tuhan. Setelah itu Taylor mencoba menenangkan diri dan mulai mempelajari serta memperdalam keimanan dalam agama yang ia yakininya.

Lalu Taylor memperoleh kekuatan untuk bangkit bagaimana cara mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, salah satunya untuk meningkatkan prestasi tim footballnya itu. Ia menerapkan filosofi baru bahwa segala yang dilakukan di dunia ini adalah semata-mata hanya untuk Tuhan. Filosofi ini perlahan dilakukan Taylor dalam melatih anak muridnya. Salah satu peristiwa awal berhasilnya Filosofi ini adalah ketika Taylor menyuruh salah satu pemain andalannya, Brock untuk melakukan jalan merangkak dengan menggendong seorang temannya dengan mata tertutup sejauh 50 yard. Tujuannya agar Brock berusaha sekuat tenaga sejauh ia bias tanpa memikirkan dan melihat garis akhir. Taylor terus menyemangati Brock untuk jalan terus menerus dan tanpa disadari oleh Brock, ia mampu melakukannya sampai di ujung lapangan! Bukan 50 yard lagi. Hal ini ingin ditunjukan Taylor kepada timnya bahwa mereka sebenarnya mampu untuk melakukan hal-hal yang jauh diatas kemampuan mereka sebelumnya, hanya saja mereka sudah terlalu pesimis sehingga menghasilkan energy negative dan terjadilah kekalahan.

Filosofi yang diberikan Taylor kepada timnya ini ternyata tidak hanya berpengaruh kepada permasalahan dalam lingkup timnya saja. Namun berpengaruh pada dirinya sendiri, bahkan mampu membuat anggota tim yang awalnya merupakan murid yang nakal dan tidak berprestasi menjadi bersemangat dan berprestasi dikelas. Bukan hanya itu, salah satu murid lainnya yang dulunya selalu tidak pernah menuruti kata ayahnya dan bertengkar terus, lalu ia meminta maaf dan hubungannya dengan ayahnya kian menjadi harmonis. Sehingga Taylor diberikan hadiah beruba mobil truck baru oleh ayah dan anak ini secara diam-diam, atas dasar terimakasih telah membuat keluarganya menjadi harmonis kembali. Taylor merasa terharu dan senang ternyata perbuatan yang ia lakukan ini mendapatkan hasil jauh dari yang ia harapkan.

Dengan filosofi ini memberikan dampak positif yang sangat besar pada tim. Tim Taylor berhasir menang secara terus menerus hingga menembus babak semi final. Namun ternyata kekahalahan pahit pun harus mereka terima pada babak ini. Setelah pertandingan ini mereka semua berkumpul di ruang istirahat, dan Taylor pun tetap memberikan semangat kepada timnya dengan semboyan “Jika kita menang, kita harus bersyukur kepada Tuhan. Dan jika kita kalah, kita harus bersyukur kepada Tuhan.” Kekalahan ini menyebabkan para pemain menjadi sedih, namun mereka tetap bersyukur kepada Tuhan. Setelah itu, Taylor mendapat kabar bahwa tim yang menang kemarin didiskualifikasi, karena mereka melakukan sebuah kecurangan yang baru terdeteksi. Sehingga tim Taylor ini otomatis masuk ke babak final untuk melawan sebuah tim yang sudah menjuarai 3 musim berturut-turut.
Pertandingan berlangsung. 

Namun ternyata, lawan tim yang mereka hadapi berjumlah 3 kali lipat lebih banyak dan mereka juga lebih cepat dan kuat disbanding tim Taylor. Namun mereka tidak putus asa mereka tetap bertanding dengan semangat yang tinggi. Pada ronde awal ini tim Taylor mengalami kekalahan yang cukup jauh sehingga Taylor berusaha mencari strategi lain untuk memenangkan kompetisi ini. Setelah istirahat selesai dan lanjut ke ronde selanjutnya, tim taylor berhasil mendekati score dari tim lawannya dan pada detik-detik terakhir terdapat penalty yang mengharuskan tim Taylor mendapatkan tendangan bebas. Secara cepat Taylor memilih David sebagai penendang, namun David tidak percaya diri karena kemampuan terjaunya dalam menendang hanya sejauh 39 yard, sedangkan pada tendangan bebas ini sejauh 51 yard. Berkat doa yang dituturkannya ia mulai percaya diri dan dihempaskannya bola itu dan ternyata bola itu berhasil masuk ke gawang lawan. Ini merupakan sebuah keajaiban bagi tim mereka sehingga hal ini menyebabkan mereka menang untuk pertama kalinya pada musim ini.

Akhirnya, tim ini berhasil memenangkan pertandingan pertamanya dalam beberapa tahun terakhir yang membuat Taylor merasa sangat puas dengan apa yang telah ia kerjakan. Selain itu, ia dan istrinya juga mendapatkan keajaiban kehamilan istrinya, dan Taylor mendapat kenaikan gaji secara perlahan untuk kesejahteraan keluarganya.

Source: Film "Facing The Giants"
Gambar: http://monticelloyouth.com/wp-content/uploads/2014/03/345683470_640.jpg

Rabu, 13 April 2016

KETERKAITAN FILM "GOOD WILL HUNTING" DENGAN MATERI SAP IBD "MANUSIA & PANDANGAN HIDUP"

Firza Adrian
 KETERKAITAN FILM 
"GOOD WILL HUNTING"
DENGAN MATERI SAP IBD 
"MANUSIA & PANDANGAN HIDUP"





1. Pandangan Hidup
Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.
Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung kesusahan. Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor, antara lain :
  1. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
  2. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
  3. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
  4. Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
  5. Atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Sekalipun demikian, pandangan hiup erat sekali kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau masyarakat.
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) dan Abdurrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat elastis. Maksudnya bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.
Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang biasanya digunakan sebagai pendukung suatu organisasi disebut ideology. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya menuju tujuan akhir.
Saya memilih materi SAP "Manusia dan Pandangan Hidup" karena dahulu Will memiliki sifat arogan, brandal, tidak ingin mendengarkan saran dari orang lain dan juga ia tidak peduli dengan impian, cita-cita dan masa depannya dan Will bertemu dengan seorang konsultan psikis yang memberinya petunjuk dan keyakinan pada dirinya bahwa will harus bisa menghilangkan ketakutan didalam dirinya dan hal ini merupakan proses Will menemukan impian dan tujuan hidup yang akan ditempuhnya untuk kedepannya dan Will harus berusaha untuk melalukan seluruh kegiatan nya dengan hati.

Source: https://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-pandangan-hidup-bab8/

RESENSI FILM "GOOD WILL HUNTING"

Firza Adrian
RESENSI FILM

"GOOD WILL HUNTING"








Film "Good Will Hunting" mengisahkan seorang pemuda berandalan yang bernama Will Hunting. Will Hunting adalah seorang pemuda yang memiliki masalah dengan masa lalunya. Selama 20 tahun Will hidup dalam kondisi kesepian dan kesendirian dan d hanya memiliki tiga orang sahabat yang selalu menemaninya. Tetapi dia masih menyimpan ketakutan akan masa lalunya. Karena pengalaman buruknya ini, Perilaku Will mempengaruhi ke pola interaksi dengan lingkungannya, seperti kurang bisa mempercayai orang lain dan sebagainya. Suatu hari disebuah universitas, ada profesor yang sedang memberikan soal kepada mahasiswanya dipapan tulis untuk diselesaikan, karena Will bekerja sebagai petugas kebersihan di universitas tersebut, ia mencoba menyelesaikannya dan ternyata ia bisa.
Prof. Lambeau adalah seorang profesor disuatu universitas yang sangat genius dalam matematika yang meraih penghargaan Field. Seketika kampus menjadi ramai ketika mengetahui soal yang diberikan oleh Prof. Gerald tersebut berhasil dipecahkan begitu saja. Tetapi orang-orang tidak ada yang tahu siapa orang pintar yang mampu memecahkan soal tersebut. Dan Prof. Lambeau mencoba memberi soal lagi dipapan tulis untuk yang selanjutnya. Setelah suasana kampus sepi, Will segera mencob lagi soal tersebut dan menyelesaikannya. Namun Prof. Lambeau tak sengaja melihat dan memergoki Will yang sedang mengerjakan soal itu secara diam-diam. Pada akhirnya Will di introgasi oleh Prof. Lambeau dan ia takut akan hal itu karena masa lalunya. Sehingga ia memutuskan untuk keluar kerja.
Suatu ketika saat sedang jalan dengan teman-temannya, Will dan teman-temannya melihat seorang gadis yang sedang di-bully oleh segerombolan laki-laki. Karena tidak suka, Will dan teman-temananya harus turun tangan dan memukuli gerombolan tersebut sehingga menimbulkan kericuhan sampai-sampai polisi datang dan menangkap Will yang sedang berkelahi untuk dibawa ke kantor polisi dan melakukan sidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,
Prof Gerald tahu bahwa Wil sedang terjerat masalah hukum karena perkelahian yang dilakukannya beberapa saat lalu, dan dia berhasil membebaskannya secara beberapa syarat. Yaitu syarat yang pertama Laporan setiap hari ke Lambeau dan memecahkan teori-teori matematika lainnya, Dan yang kedua  secara rutin menemui terapis. Setelah berpikir panjang, Will setuju untuk syarat yang pertama, tapi untuk syarat yang kedua. Awalnya will tidak meyetujuinya karna dia tidak mau menemui trapis, tetapi akhirnya menyetujuinya, 
Hari-hari selanjutnya Will bebas dan mulai menuruti syarat yang diberikan oleh Prof.Gerard. Prof. Gerard memanggil sekitar 5 terapis tetapi tidak ada yang mempan dan Will terus saja berhasil bikin kacau sehingga para terapis menyerah untuk melakukan terapi pada Will. Karena itu Lambeau mengundang teman lamanya, Sepada Will. Awalnya Will gagal untuk membawa mereka serius. Tetapi dengan ketekunan dan ketulusan Sean memungkinkan Will untuk terbuka kepadanya. Kemudian Sean menceritakan seluruh pengalamannya sampai pada akhirnya Will dan Sean menjadi lebih akrab dan Will bersedia menceritakan pengalaman masa lalunya yang kelam kepada Sean. 
Suatu ketika pertikaian terjadi antara Prof. Gerrald dan Sean. Masalah utama yang ia permasalahkan adalah tentang masa depan Will. Namun, tak lama kemudian Will datang dan melihat pertikaian mereka mengenai dirinya.
Suatu hari, Skylar, wanita yang ditemui oleh Will di Bar Harvard meminta Will untuk pindah ke California bersamanya, dimana Skylar harus melanjutkan sekolah kedokteran di salah satu universitas disana. Will memikirkan itu dengan mengingat masa lalunya yang suram, dan muncul rasa takut dan sedih yang membuat Will seketika emosi, dan terjadilah pertikaian hebat antara Will dan Skylar sampai-sampai Will pergi meninggalkan Skylar. 
Saat ia berhenti bekerja menjadi petugas kebersihan, ia mencoba pekerjaan menjadi seorang buruh bersama temannya, Chuckie. Chuckie bertanya kepada Will tentang apa yang ia ingin lakukan untuk hidupnya. Ketika Will menolak untuk memberikan jawaban yang jujur Will kemudian memberitahu Chuckie bahwa ia ingin menjadi buruh selama sisa hidupnya. Chuckie menjawab bahwa hal itu akan jadi penghinaan kepada teman-temannya karena potensi dan kecerdasan Will itu dibuang percuma-cuma. Dan Chuckie mememberikan saran kepada Will agar dia meninggalkan teman-temannya dan kota ini untuk pergi mencari sesuatu hal yang berguna dimasa depan untuk kelangsungan hidupnya yang lebih baik. Sehingga Will berfikir untuk menerima tawaran pekerjaan yang diberikan oleh Prof. Gerald. 
Pada saat itu Sean dan Will berbagi pengalaman mereka mengenai korban penganiayaan anak yang telah mereka alami. Sean membantu Will untuk Will agar menerima apa yang telah terjadi dan bahwa kekerasan yang ia terima itu bukan sepenuhnya adalah kesalahannya. Setelah membantu Will meyelesaikan masalah itu, Seanmencoba menyelesaikan masalahnya dengan Prof Gerald. Setelah semua permasalahan Sean usai, Sean  memutuskan untuk mengambil cuti untuk perjalanan dunia, untuk menulis sebuah buku mengenai pengalmannya itu. 
Ketika Will berulang tahun ke 21 tahun teman-teman nya memberikan Will hadiah sebuah mobil bekas berwarna merah, tentunya pemberian mobil ini dengan tujuan agar Will dapat memakainya saat ia pergi kerja diluar kota sana, karena teman-temannya tidak lagi meng-antar-jemput Will seperti dulu. ,Dan ia memutuskan untuk pergi ke California untuk mencari kehidupan yang lebih bermakna dan juga untuk menemukan kembali cintanya bersama Skylar.

Source: Film "Good Will Hunting"


Minggu, 24 Januari 2016

ILMU SOSIAL DASAR 9

Firza Adrian
TUGAS 9: AGAMA DAN MASYARAKAT


I.   Pengertian Agama
Agama berasal dari bahasa sansekerta “agama” yang berarti tradisi sedang kan dari kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali, yang maksudnya adalah dengan berreligi seseorang mengikat dirinya dengan Tuhan.  

Menurut kamus besar bahasa Indonesia agama merupakan system atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan.

Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan religi, dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasuf. Kemudian, pada urutannya agama  yang diyakininya merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya, dan kembali kepada konsep hubungan agama dengan masyarakat, dimana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial, dan individu dengan masyarkat seharusnyalah tidak bersifat antagonis.

Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang hubungannya sangat erat, memiliki aspek-aspek yang terpelihara yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan grup sosial, perseorangan dan kelektivitas, dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya. Yan g lainnya juga menyangkut organisasi dan fungsi dar lembaga agama sehingga agama dan masyarakat itu berwujud kolektivitas ekspresi nilai-nilai kemanusiaan yang mempunyai seperangkat arti mencakup perilaku sebagai pegangan individu (way of life) dengan kepercayaan dan taat kepada agamanya.

Karena latar belakang sosial yang berbeda dari masyarakat agama, maka masyarakat akan memiliki sikap dan nilai yang berbeda pula. Kebutuhan dan pandangan kelompok terhada prinsip keagamaan berbeda-beda, kadang kala kepentingannya dapat tercermin atau tidak sama sekali. Karena itu kebhinekaan kelompok dalam masyarakat akan mencerminkan perbedaan jenis kebutuhan keagamaan. Timbul hubungan dua arah, tidak hanya kondisi sosial saja yang menyebabkan lahir dan menyebarkan ide serta nilai-nila, tetapi bila ide dan nilai itu telah terlembaga, maka akan mempengaruhi tindakan manusia.

Dalam proses sosial, hubungan nilai dan tujuan masyarakat relatif harus stabil dalam setiap momen. Bila terjadi perubahan dan pergantian bentuk sosial serta kultural, hancurnya bentuk sosial dan kultural lama, masyarakat dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial. Setiap kelompok berbeda dalam kepekaan agama dan cara merasakan titik kritisnya. 

Dalam kepekaan agama berbeda tentang makna, dan  masing-masing kelompok akan menafsirkan sesuai dengan kondisi yang dihadapinya. Demikian pula berbeda tingkatan merasakan “titik kritis” dalam  ketidak pastian, ketidakberdayaan dan kelangkaan untuk masing-masing kelompok.

II.  Fungsi Agama
Fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek yaitu kebudayaan, sistem sosial dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan sejauh mana fungsi lembaga agama dalam memelihara sistem, apakah lembaga agama terhadap kebudayaan sebagai suatu sistem, dan sejauh manakah agama dalam mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Pertanyaan itu timbul sebab sejak dulu sampai saat ini, agama itu masih ada dan mempunyai fungsi, bahkan memerankan sejumlah fungsi.

Sebagai kerangka acuan penelitian empiris, teori fungsional memandang masyarakat sebagai suatu lembaga sosial yang seimbang. Manusia mementaskan dan menolakan kegiatannya menurut norma yang berlaku umum, peranan serta statusnya. 
teori fungsional dalam melihat kebudayaan pengertiannya adalah, bahwa kebudayaan itu berwujud suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sistem sosial yang terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang beriteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya, setiap saat mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat teta kelakuan, bersifat konkret terjadi di sekeliling. 

Dalam hal ini kebudayaan menentukan situasi dan kondisi bertindak, mengatur dengan sistem sosial berada dalam batasan sarana dan tujuan, yang dibenarkan dan yang dilarang. Kemudian agama dengan referensi transendensi merupakan aspek penting dalam fenomena kebudayaan sehingga timbul pertanyaan, apakah posisi lembaga agama terhadap kebudayaan merupakan suatu sistem.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana masalah fungsional dalam konteks teori fungsional kepribadian, dan sejauh mana agama mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Kepribadian dalam hal ini merupakan suatu dorongan, kebutuhan yang kompleks, kecenderungan, memberikan tanggapan serta nilai dsb yang sistematis. Kepribadian sudah terpola melalui proses belajar dan atas otonominya sendiri. Sebagai ilustrasi sistem kepribadian adalah Id, Ego dan Superego yang ada dalam situasi yang terstruktur secara sosial.

Teori fungsionalisme melihat agama sebagai penyebab sosial yang dominan dalam terbentuknya lapisan sosial, perasaan agama dan termasuk konflik sosial. Agama dipandang sebagai lembaga sosial yang menjawab kebutuhan mendasar yang dapat dipenuhi kebutuhan nilai-nilai duniawi. Tetapi tidak menguntik hakikat apa yang ada di luar atau referensi transendental (istilah Talcott parsons).

Aksioma teori fungsional agama adalah, segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya, karena agama sejak dulu sampai saat ini masih ada, mempunyai fungsi, dan bahkan memerankan sejumlah fungsi. Teori fungsionalis agama juga memandang kebutuhan “sesuatu yang mentransendensikan pengalaman” (referensi transendental) sebagai dasar dari karakteristik dasar eksistensi manusia meliputi:
1.    Manusia hidup dalam kondisi ketidakpastian; hal penting bagi keamanan dan kesejahteraan manusia berada di luar jangkauannya
2.    Kesanggupan manusia untuk mengendalikan dan mempengaruhi kondisi hidupnya terbatas, dan pada titik dasar tertentu kondisi manusia dalam kaitan konflik antara keinginan dengan lingkungan ditandai oleh ketidak berdayaan.
3.    Manusia harus hidup bermasyarakat dimana ada alokasi yang teratur dari berbagai fungsi, fasilitas, dan ganjaran. Ini mencakup pembagian kerja dan produk. Dalam hal ini tentu masyarakat diharuskan berada dalam kondisi imperatif, yaitu ada suatu tingkat superordinasi dan subordinasi dalam hubungan manusia. Kelangkaan ini menimbulkan perbedaan distribusi barang dan nilai, dengan demikian menimbulkan deprivasi relatif.

Jadi seorang fungsionalis memandang agama sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengatasi diri dari ketidak pastian, ketidakberdayaan dan kelangakaan dan agama dipandang sebagai mekanisme penyesuaian yang paling dasar terhadap unsur-unsur tersebut.

Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai, bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral. Dalam setiap masyarakat sanksi sakral mempunyai kekuatan memaksa istimewa, karena ganjaran dan hukumannya bersifat duniawi dan supramanusiawi dan ukhrowi.

Fungsi agama dibidang sosial adalah fungsi penentu, dimana agama  menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka.
Masalah fungsionalisme agama dapat dianalisis lebih mudah pada komitmen agama. 

Dimensi agama, menurut Roland Robertson (1984), diklasifikasikan berupa keyakinan, praktek, pengalaman, pengetahuan dan konsekuensi.
a.    Dimensi keyakinan mengandung perkiraan atau harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu, bahwa ia akan mengikuti kebenaran ajaran-ajaran agama.
b.    Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan memuja dan berbakti yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
c.    Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu, yaitu orang yang benar-benar religius pada suatu waktu akan mencapai pengetahuan yang langsung dan subjektif realitas tertinggi, mampu berhubungan meskipun singkat dengan suatu perantara yang supernatural.
d.   Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan, bahwa orang-orang yang bersikap religius akan memiliki informasi tentang ajaran-ajaran pokok keyakinan dan upacara keagamaan, kitab suci, dan tradisi-tradisi keagamaan mereka.
e.    Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan dan pembentukan citra pribadinya.

III.  Masyarkat – masyarakat industri Sekular
Masyarakat industri bercirikan dinamikan dan semakin berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan, sebagian besar penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang penting adalah penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang penting adalah penyesuaian-penyesuaian dalam hubungan kemanusian sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi penting bagi agama. Salah satu  akibatnya adalah anggota masyarakat semakin terbiasa menggunakan metodi empiris berdasarkan penalaran dan efisiensi dalam menanggapi masalah kemanusiaan, sehingga lingkungan yang bersifat sekular semakin meluas seiring dengan pengorbanan lingkungan yang sakral.

IV.   Pelembagaan Agama
Agama begitu universal, permanen dan mengatur dalam kehidupan sehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami masyarakat. Lembaga agama adalah apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi dan struktur agama.

Dimensi ini mengidentifikasi pengaruh-pengaruh kepercayaan, praktek, pengalaman, dan pengetahuan keagamaan di dalam kehidupan sehari-hari. Terkandung makna ajara “kerja” dalam pengertian teologis.

Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tida tipe, meskipun tidak menggambarkan sebenarnya secara utuh (Elizabeth K. Nottingham, 1945).

a. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral.
Masyarakat tipe ini kecil, terisolasi, dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang sama. Oleh karenanya keanggotaan mereka dalam masyarakat dan dalam kelompok keagamaan adalah salam. Agama menyusup ke dalam kelompok aktivitas yang lain. Sifat-sifatnya:
1.Agama memasukkan pengaruhnya yang sakral ke dalam sistem nilai masyarakat secara mutlak.
2.Dalam keadaan lembaga lain selain keluarga relatif belum berkembang, agama jelas menjadi fokus utama bagi pengintegrasian dan persatuan dari masyarakat secara keseluruhan. Dalam hal ini nilai-nilai agama sering meningkatkan konservatisme dan menghalangi perubahan.

b.Masyarakat Praindustri yang sedang Berkembang
Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe pertama. Agama memberikan arti dan ikatan kepada sistem nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi pada saat yang sama lingkungan yang sakral dan yang sekular itu sedikit banyaknya masih dapat dibedakan. Dilain pihak, agama tidak memberikan dukungan sempurna terhadap aktivitas sehari-hari, agama hanya memberikan dukungan terhadap adat istiadat, dan terkadang merupakan suatu sistem tingkah laku tandingan terhadap sistem yang telah disahkan. Nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat menempatkan fokus utamanya pada pengintegrasian kaitan agama dengan masyarkat.

Organisasi keagamaan yang tumbuh secara khusus semula dari pengalaman agama tokoh kharismatik pendiri organisasi, kemudian menjadi organisasi keagamaan yang terlembaga. Muhamadiyah, sebuah organisasi sosial Islam yang penting, dipelopori oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan yang menyebarkan pemikiran Muhammad Abduh dari Tafsir Al-Manar.

Dari contoh sosial, lembaga keagamaan berkembang sebagi pola ibadah, pola ide-ide, kententuan (keyakinan), dan tampil sebagai bentuk asosiasi atau organisasi. Pelembagaan agama puncaknya terjadi pada tingkat intelektual, tingkat pemujaan (ibadat) dan tingkat organisasi.

Sumber:
http://furikurniati.webs.com/tugasisd9.htm
https://yorga.files.wordpress.com/2013/07/one-way.jpg

ILMU SOSIAL DASAR 8

Firza Adrian
TUGAS 8: ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN


1. Ilmu Pengetahuan

Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu,sains,atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandanganya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. 

Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowlwdge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang tertentu. Dipandang dalam sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistomologi.

Syarat - Syarat Ilmu
1). Objektif
Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam.  
2). Metodis
Merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. 
3). Sistematis
Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat akibat menyangkut objeknya.
4). Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum.

Sumber - Sumber Ilmu
1). Kabar yang dapat dipercaya.
2). Indera lahir maupun batin.
3). Akal berupa nalar maupun intelektual.
4). Intuisi. 

Jenis - Jenis Ilmu
1). Ilmu abadi
Merupakan pengetahuan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia dalam bentuk kitab suci dan hadits yang disampaikan kepada manusia melalui perantara rasul sebagai urusan Tuhan, ilmu jenis ini merupakan suatu bentuk yang sudah pasti benar dan tidak berubah serta dapat dibuktikan dalam situasi, kondisi dan zama apapun.
2). Ilmu yang dicari
Merupakan pengetahuan yang didapat oleh manusia sebagai hasil dari usaha mencari suatu definisi alam semesta, ilmu jenis ini dapat berubah entah itu bertambah ataupun berkurang sesuai dengan hasil riset penemuan manusia sebagai makhluk yang dibekali akal. Sebuah ilmu bisa dianggap benar dimasa lalu namun bisa jadi sudah tidak cocok dimasa depan ketika dilakukan penelitian baru. 

2. Teknologi

Pengertian Teknologi
Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Pengetahuan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersdiaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam perjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin cetak, telepon, dan internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai.

Sejarah Teknologi
Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman romawi kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi.
Secara etimologis, akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Pjilips pada tahun1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi tentang seni-seni, khususnya mesin (Technology: A description Of The Arts, Especially The Mechanical).

Kemajuan
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi, yaitu :
1). Kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress)
Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
2). Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-saving technological progress
Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
3). Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress)
Fenomena yang relatif langka. Hal initerutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Nilai


Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu,sains,atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.

Pengertian Teknologi

Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
 

Pengertian Nilai

Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.

Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri. 

Dalam hal ini sikap ilmuwan dibagi menjadi dua golongan:
1). Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun aksiologis, soal penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah digunakan untuk tujuan baik atau buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai kemanusiaan lainnya dikorbankan demi teknologi.
2). Golongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan dalam penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asa moral atau nilai-nilai. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi disalahgunakan.

Kemiskinan 
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyekif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara, yaitu :
1). Gambaran kekurangan materi.
2). Gambaran tentang kebutuhan sosial.
3). Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.

Mengukur Kemiskinan 
Kemiskinan bisa dikelompokkan dalam dua kategori,yaitu:
1). Kemiskinan absolut
Kemiskinan absolut mengacu pada satu standar yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat/negara
2). Kemiskinan relatif.

Kemiskinan Dunia
Bank dunia menggambarkan "sangat miskin" sebagai orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari PPP$1 per hari, dan "miskin" dengan pendapatan kurang dari PPP$2 per hari. Berdasarkan standar tersebut, 21% dari penduduk dunia berada dalam keadaan "sangat miskin", dan lebih dari setengah penduduk dunia masih disebut "miskin", pada 2001.  

Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
1). Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan atau kemampuan dari si miskin.
2). Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
3). Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
4). Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orng lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
5). Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Menghilangkan Kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah :
1). Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin.
2). Bantuan terhadap keadaan individu.
3). Persiapan bagi yang lemah.

Analisis
Ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yang jelas, yakni teknologi merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan. Selain itu, teknologi juga mengandung ilmu pengetahuan didalamnya, Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui "apa" sedangkan teknologi digunakan untuk mengetahuo "bagaimana". Perubahan teknologi yang cepat dapat menyebabkan kemiskinan, karena dapat menyebabkan perubahan sosial yang fundamental.

Kesimpulan 
Ilmu pengetahuan adalah suatu institusi kebudayaan, suatu kegiatan manusia untuk mengetahui tentang diri sendiri dan alam sekitarnya dengan tujuan untuk mengenal manusia sendiri, perubahan-perubahan yang dialami dan cara mencegahnya, mendorong atau mengarahkannya, serta mengenal lingkungan yang dekat dan jauh darinya, perubahan-perubahan lingkungan dan variasinya, untuk memanfaatkan, menghindari dan mengendalikannya. Hasil terapan pengembangan ilmu pengetahuan lalu disebut dengan teknologi. Peradaban manusia sangat bergantung kepada ilmu dan teknologi. Oleh karena itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bersamaan dengan perkembangan waktu. Dengan adanya ilmu pengetahuan yang lama saat ini telah menjadi ilmu pengetahuan terapan, dan dikembangkan dalam teknologi yang bertujuan untuk dimanfaatkan manusia. Maka perkembangan ilmu pengetahuan di satu sisi telah mengalami percepatan (akselerasi) akibat perkembangan teknologi, di sisi lain perkembangan ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh nilai-nilai dasar ilmu serta karakter ilmu yang bersangkutan. ilmu pengetahuan dan teknologi pada dasarnya merupakan fenomena budaya. Keberadaannya sebagai fenomena budaya dapat dilihat dari proses dan wujud dari ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Dari segi proses keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan refleksi kejiwaan dari potensi dasar manusia, yaitu cipta, rasa, karya, dan karsa. Dalam hal ini, kebudayaan sebagai ekspresi penghayatan masyarakat tidak hanya ditandai oleh ketenangan/kemapanan yang dapat menimbulkan kejutan dan bahkan gejolak social. Kejutan dan gejolak social ini dalam arti yang positif menimbulkan inovasi, yaitu dengan memasukkan nilai-nilai baru, dan renovasi, yaitu upaya penyegaran kembali serta pemberian wajah baru pada nilai-nilai yang masih actual terhadap bentuk-bentuk semula yang sudah usang dan tidak vocal lagi. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan unsure budaya yang menjadi kekuatan dinamik dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. sistem pengetahuan termasuk produk manusia sebagai homo sapiens dan sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber. Hal tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan manusia.

Sumber:
http://meylaniarifmuhaimah.blogspot.co.id/2015/01/ilmu-teknologi-teknologi-dan-kemiskinan.html
http://bobungga.blogspot.co.id/2012/01/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan.html
Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.